Tanah Indonesia, Punya Siapa? – AIMAN (EKSKLUSIF)



Ketimpangan kepemilikan lahan terus jadi sorotan. Adalah Amien Rais, politisi senior Partai Amanat Nasional (PAN) yang pertama kali mengungkapkan. Kala itu, ia mengatakan kepemilikan lahan di seluruh Indonesia dikuasai oleh segelintir orang. Tak hanya itu, Amien Rais juga menyebutkan bahwa program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo sejak 2017 lalu merupakan suatu pengibulan alias kebohongan. Pernyataan Amien Rais tersebut langsung dibantah oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan yang mengatakan kritik yang disampaikan ketua majelis kehormatan PAN itu salah besar. Bahkan Luhut sempat mengancam Amien, yang akan membuka dosa – dosa Amien. Entah dosa apa yang dimaksud.

Tak henti sampai disitu pekan lalu lagi-lagi pemerintah dikritik secara pedas. Kali ini kritik dilancarkan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. Ia juga menuding hal serupa dan bahkan lebih ekstrem. Ia menyebutkan 1% penduduk menguasai 80% tanah di seluruh Indonesia.
Merasa dituding mengenai kepemilikan lahan dan program bagi-bagi sertifikat, Presiden Joko Widodo pun segera menjawab berbagai sindiran. Ia mengungkapkan bahwa data yang diajukan para pengkritik tak benar, serta program pemberian sertifikat merupakan tugas pemerintah dan akan terus mengejar target pemberian sertifikat tersebut hingga tahun 2025.

Manakah data yang benar soal ketimpangan lahan tersebut? Jurnalis KompasTV, Aiman Witjaksono berusaha mencari tahu langsung ke masyarakat perihal pembagian sertifikat di Kabupaten Bogor, Jawa Barat awal Maret lalu. Tak hanya berhasil berbincang dengan warga, ia pun menemukan hal yang menarik terkait pemberian sertifikat tersebut dari penelusuran EKSKLUSIF nya. Apakah itu?

Saksikan program AIMAN dalam episode “Tanah Indonesia, Punya Siapa?” yang tayang pada Senin, 9 April 2018 pukul 20.00 WIB di KompasTV.

Sumber informasi youtube chanel Kompas TV.

Recommended For You

About the Author: Chanel Video

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *