Staf Konsulat Beri Keterangan Terkait Jamal Khashoggi

Penyelidik Turki melakukan pemeriksaan di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul. (Foto: AFP).

Istanbul: Penyelidikan atas kematian jurnalis Arab Saudi masih terus berlanjut. Kali ini pihak berwenang Turki meminta keterangan dari lima staf lokal di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul.
 
Baca juga: Arab Saudi Akui Khashoggi Dibunuh di Konsulat.
 
Seperti diketahui, Jamal Khashoggi dilaporkan tewas di dalam gedung Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Pemerintah Arab Saudi pun sudah mengakui kematian jurnalis pengkritik kerajaan tersebut.
 
"Lima pekerja asal Turki di Konsulat Arab Saudi di Istanbul merupakan beberapa staf yang memberikan keterangan sebagai saksi. Keterangan ditujukan untuk membantu penyelidikan pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi," sebut televisi Turki, NTV, seperti dikutip RTE, Senin 22 Oktober 2018.
 
"20 pekerja konsulat lainya, termasuk sopir konsul, memberikan keterangan kepada penyelidik terkait insiden ini," lapor NTV.
 
Sementara CNN Turk menyebutkan, jaksa penuntut saat ini meminta keterangan terhadap 45 pekerja konsulat.
 
Khashoggi tewas di Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober, saat hendak merampungkan dokumen terkait perceraian. Pihak Arab Saudi mengatakan pada Sabtu 20 Oktober telah menangkap 18 orang yang berkaitan dengan kematian jurnalis itu.
 
Laporan bertolak belakang mengenai apakah Khashoggi sempat meninggalkan konsulat memicu penyelidikan. Tetapi secara terpisah seorang pejabat Arab Saudi mengatakan bahwa hilangnya Khashoggi didasarkan atas kesalahan informasi yang dilaporkan secara internal saat kejadian berlangsung.
 
Baca juga: Trump Tuding Arab Saudi Berbohong soal Kematian Khashoggi.
 
Menurut keterangan pejabat itu, Wakil Kepala Intelijen Arab Saudi, Ahmed Al-Asiri mengumpul tim beranggotakan 15 orang menemui Khashoggi di konsulat. Tim itu ditugaskan untuk meyakinkan Khashoggi kembali ke Arab Saudi.
 
Situasi menjadi memburuk saat Khashoggi bersuara lantang, tim pun panik. Dia kemudian dicekik dan mulutnya ditutup. Mereka mencoba untuk menutup mulut agar tidak teriak, tetapi korban akhirnya tewas. Pihak Arab Saudi menjelaskan bahwa niat pelaku bukan untuk membunuh Khashoggi.
 
Baca juga: Menlu Arab Saudi Bantah Keterlibatan Putra Mahkota.
 
Menlu Arab Saudi Adel Al-Jubeir pada Minggu 21 Oktober 2018 mengakui bahwa koresponden untuk The Washington Post itu telah meninggal. Kematian Khashoggi merupakan akibat dari operasi yang salah arah dari pihak yang dianggapnya telah melampai batas kewenangan.
 
Al-Jubeir menegaskan, mereka yang melakukan tindakan ini sangat melintasi batas kewenangannya. Lebih lanjut Al-Jubeir menambahkan, pelaku bukanlah pihak yang dekat dengan Pangeran Mohammed bin Salman. Tidak satupun dari pelaku memiliki kaitan dengan.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *