Somalia Usir Utusan Khusus PBB

Utusan Khusus PBB untuk Somalia Nicholas Haysom. (Foto: Shah Marai/AFP via Getty Images)

Mogadishu: Pemerintah Somalia memerintahkan seorang utusan khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk angkat kaki. Somalia menuduh dirinya "secara sengaja ikut campur urusan dalam negeri dan kedaulatan negara."

Perintah pengusiran muncul beberapa hari usai utusan PBB Nicholas Haysom mengutarakan kekhawatirannya mengenai sikap pemerintah Somalia, terutama terkait sejumlah aksi kekerasan yang meneawskan sejumlah orang.

"Perwakilan Khusus Sekjen PBB untuk Somalia, Nicholas Haysom, sudah tidak diterima lagi di Somalia dan tidak dapat beroperasi negara ini," ujar Kementerian Luar Negeri, seperti dikutip dari laman AFP, Rabu 2 Januari 2019.

Sejauh ini belum ada respons apapun dari misi PBB di Somalia terkait pengusiran Haysom.

Pasukan keamanan Somalia menggunakan kekerasan dalam mengakhiri demonstrasi selama tiga hari di kota Baidoa pada 13-15 Desember. Dalam unjuk rasa itu, sedikitnya 15 orang tewas dan 300 orang ditangkap.

Para pengunjuk rasa marah atas ditangkapnya Muktar Robow, seorang mantan grup militan yang mengincar jabatan presiden regional di South West State. Robow, yang membelot dari grup Al-Shabaab pada 2017, ditangkap pemerintah atas tuduhan "membahayakan stabilitas" dan diterbangkan ke Mogadishu.

Keinginan Robow untuk menjadi presiden regional telah memicu ketegangan antar negara bagian di Somalia. Beberapa dari negara bagian itu menginginkan otonomi yang lebih besar dari pemerintah pusat.

Pada 30 Desember, Haysom sempat menulis surat kepada pemerintah Somalia untuk menanyakan mengapa Robow ditangkap. Ia juga meminta pemerintah untuk menyelidiki kematian dalam unjuk rasa di kota Baidoa.

Diduga itu adalah penyebab mengapa Haysom diusir pemerintah Somalia. Dalam surat itu, terlampir catatan dari Uni Eropa, Inggris dan Jerman yang menyatakan pembekuan bantuan ke South West State di Somalia.

Haysom, seorang pengacara asal Afrika Selatan dan diplomat berpengalaman yang pernah menjadi utusan PBB di Sudan dan Sudan Selatan, ditunjuk menduduki pos di Somalia pada September 2018.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *