Penculik Bebaskan 79 Pelajar yang Disandera di Kamerun

Warga Kamerun hidup dalam perang antara militer dan separatis. (Foto: AFP).

Yaounde: Sebanyak 79 pelajar dibebaskan orang-orang bersenjata di sebuah sekolah di Kamerun. Meski demikian, dua dari tiga guru sekolah tersebut masih disandera penculik.

"Mereka dibawa semalam ke salah satu gereja kami, dekat Bamenda. Mereka terlihat lelah dan disiksa secara psikologis," kata moderator Gereja Presbyterian, Fonki Samuel Forba, dilansir dari laman Fox News, Rabu, 7 November 2018.

Forba mengatakan pihak gereja berusaha membujuk para penculik untuk membebaskan staf yang masih ada. Dia juga sudah meminta orangtua dan wali untuk membawa pulang semua anak-anak yang dibebaskan.

"Sangat disayangkan kami harus menutup sekolah dan mengirim 700 murid ini ke rumah mereka. Keamanan mereka tidak dijamin negara, dan kelompok-kelompok bersenjata terus menyerang kami," tuturnya.

Dia mengatakan sebelumnya gereja membayar uang tebusan USD4.000 atau sekitar Rp58,3 juta kepada para penyandera. "Namun kami tidak bisa menambah uang tebusan lagi," tambah dia.

Wilayah Kamerun memang tidak stabil beberapa tahun terakhir. Pertempuran antara militer dan separatis tidak bisa dihindari, bahkan meningkat usai pemerintah menekan demonstrasi damai.

Ratusan orang tewas tahun lalu dan separatis bersumpah akan mengacaukan negara tersebut. Mereka ingin menciptakan sebuah negara baru dengan memisahkan diri dari Kamerun. Jika berhasil, negara baru itu akan dinamai Ambazonia.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *