Kunjungan Informal Pejabat Kesbangpol Kepri Ke Natuna

PortalKepri.com – Natuna. Tanggapan Bupati Natuna Drs. H. Hamid Rizal Msi saat Kedatangan Dubes Amerika Serikat Josep R Donovan, Jr ke Natuna dalam persoalan lingkungan berupa limbah sampah plastik ,untuk itu Bupati Hamid Rizal akan membuat perda sampah plastik.

Pejabat Kesbangpol Kepri beserta tamu Luar NegeriDemikian perbincangan Bupati Natuna Hamid dengan pejabat kesbangpol kepri, Kasubid wawasan kebangsaan Riza Satya Putri SH MH dan kasubid ketahanan ideologi sugiarto doso, saat kunjungan informal dirumah Dinas Bupati Natuna, Jumat (9/11) malam.

Menurut Hamid, tentang pembuangan sampah pelastik di laut kedepanya perlu membeli mesin penghancur pelastik karena mesin penghancur ini masih mahal sebaiknya sampah sampah plastik tersebut di bakar, ungkap orang nomor satu di Laut Sakti Rantau bertuah ini.

Dikatakannya soal Perda khusus persampahan plastik ini penting dibuat agar masyarakat Natuna jangan membuang sampah kelaut terutama sampah pelastik.

Dengan harapan Agar ikan ikan dan terumbu karang tidak tercemari dengan sampah pelastik.

Bahkan Saran Dubes Amerika tersebut untuk tidak menggunakan pelastik dlm produk makanan apabila melihat bahayanya limbah plastik sebab tidak bisa terurai, katanya.

Kedubes jg melakukan kegiatan diving sambil meneliti terumbu karang krn pelastik jg akan menghancurkan terumbu karang menjadi mati. Sangat besar dampak sampah plastik tersebut

Kunjungan ke Natuna dubes America juga ditemani mentri kelautan susi serta penterjemah Bupati,Derry Purnamasari SIP.

Sebagaimana diketahui Bupati Natuna, Drs H Abdul Hamid Rizal, M.Si, saat Duta Besar Amerika Serikat Untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr, dalam mensosialisasikan tentang bahaya limbah plastik bersama guru dan siswa-siswi SLTA sederajat, di Aula Serba Guna SMAN 1 Bunguran Timur, Jalan Pramuka – Ranai, Kamis(08/11/2018).

Dubes Joseph R Donovan Jr, mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada segenap guru dan siswa-siswi telah dapat hadir untuk bertatap muka dan mengikuti sosialiasi tentang bahaya sampah plastik terhadap lingkungan terutama laut.

Donovan memaparkan , film dokumenter berjudul “A Plastic Ocean”, yang berdurasi sekitar 30 menit.

Dalam film tersebut digambarkan, bahwa sampah plastik dapat merusak dan meracuni rantai makanan makhluk hidup, dari mulai binatang hingga manusia.

Contohnya, limbah rumah tangga yang dibuang kelaut. Limbah yang bercampur dengan microplastik itu, akan meracuni plankton. Secara luas, plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan dalam air.

Plankton-plankton yang telah terkontaminasi oleh microplastik ini, nantinya akan dimakan oleh ikan-ikan kecil. Selanjutnya ikan-ikan kecil ini akan dimakan oleh ikan yang lebih besar, begitu terus berlanjut.

Kemudian, ikan-ikan ini akan ditangkap oleh manusia dan menjadi bahan konsumsi. Artinya, manusia yang mengkonsumsi ikan yang teracuni partikel microplastik tersebut, akan mempengaruhi kesehatan manusia tersebut.

Dubes AS yang pertama kali menginjakkan kaki di Natuna, mengaku Indonesia merupakan negara yang paling beruntung di dunia. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam (SDA) yang sangat melimpah, terutama ikan dan terumbu karang.

Dalam kesempatan tersebut dubes melakukan penyelaman dan melihat karang karang yang indah.

Hamid berpesan kepada masyarakat Natuna untuk tidak membuang sampah ke laut, jaga karang karang indah tersebut serta ikan ikan kita untuk tidak tercemari limbah plastik.

Penulis Sugiarto doso/Riza Satya Putri.

Recommended For You

About the Author: Redaksi

Tim Redaksi. Segala macam informasi yang telah diposting bersumber dari wartawan, editor maupun para penulis internal dan penulis lepas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *