KPK Mempelajari Unsur Tipikor Kasus Roy Suryo

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang/MI/Rommy Pujianto

Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempelajari adakah unsur tindak pidana korupsi (tipikor) dalam kasus eks Menteri Pemuda dan Olahraga Roy Suryo. Roy diketahui belum mengembalikan 3 ribu lebih barang milik negara (BMN).

"Kita harus pelajari dulu ada tujuh bentuknya itu. Tujuh bentuk dari Undang-Undang Tipikor mulai penyelewengan jabatan terus gratifikasi, pemerasan, terus kemudian ada tujuh bentuk. Bentuk yang mana kita harus pelajari pelan-pelan," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 5 September 2018.

Baca: Demokrat Desak Roy Suryo Kembalikan Aset Negara

Saut mengatakan ada syarat penghapusan status BMN menjadi aset pribadi. Namun, ia meminta Waketum Demokrat itu segera mengambalikan BMN kepada Kemenpora.

"Dan kemudian dibuat detail-detailnya mana yang sebenernya belum didaftar mana yang sudah. Barang milik negara itu kan harus ada invertarisasinya.  Jangan-jangan juga belum didaftar," jelas Saut.

Saut menjelaskan salah satu alasan Lembaga Antirasuah gencar meminta pejabat negara menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) guna menghindari hal serupa. Peningkatan aset dan kekayaan para pejabat seharusnya bisa diketahui.

"Jadi kalau ada jumlah yang bisa berubah kemudian itu dari mana. Itu yang dipertanyakan," ucap dia.

Baca: Roy Suryo Merasa Difitnah

Kemenpora melayangkan surat nomor 523/SET.BII/V/2018 tanggal 1 Mei 2018. Surat perihal pemberitahuan soal pengembalian Barang Milik Negara (BMN) yang ditujukan kepada mantan Menpora Roy Suryo.

Surat itu dilayangkan menanggapi hasil pemeriksaan tim BPK soal temuan 3.226 BMN yang belum dikembalikan. Dalam surat tersebut Kemenpora meminta Roy Suryo segera mengembalikan BMN untuk diinvestarisasikan. Surat ditandatangani Sekretaris Kemenpora Gatot S. Dewa Broto.

Sumber: http://metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author: RedPK03

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *