Kisah Sukses Gordon Ramsay

PortalKepri.com – Gordon Ramsay lahir di Johnstone, Skotlandia tahun 1966. Ia berasal dari keluarga pas-pasan. Ayahnya tidak punya pekerjaan tetap. Kadang, ayahnya menjadi penjaga toko dan di lain waktu menjadi tukang las. Ayahnya juga sering mabuk, tidak mempedulikan dan melantarkannya.

Ketika kecil, Ramsay sangat senang sepak bola sehingga ia berharap menjadi pemain sepak bola professional. Ia pun berlatih keras untuk menjadi pemain sepak bola profesioanal. Hasilnya tidak mengecewakan. Pada usia 12 tahun, ia berhasil masuk tim sepak bola anak di bawah usia 14 tahun di sebuah klub di Skotlandia.

Kisah Sukses Gordon Ramsay
Kisah Sukses Gordon Ramsay. pic: gordonramsay.com

“Karena Cedera, Mantan Pemain Sepak Bola Beralih Menjadi Pengusaha Restoran Kelas Atas”

Sunguh, malang tak dapat dihindari. Keinginan Ramsay tidak terwujud. Ia mulai sering cedera sehingga penampilannya menjadi kurang maksimal. Perstasinya juga menurun. Saat itu ia sebenarnya sudah berhasil bergabung menjadi pemain yunior di Glasgow Rangers, salah satu klub elit di Skotlandia.

Di klub Rangers, Ramsay telah dikontrak sejak usia 15 tahun. Sejak dikontraknya, Ramsay memutuskan untuk hidup mandiri dengan tinggal sendiri di sebuah flat yang disewanya. Karier sepak bola berakhir karena cedera yang tidak kunjung sembuh. Ia memaksakan diri untuk bermain sehingga cedera lututnya pun semakin parah. Akibatnya, tamatlah karier sepak bola Ramsay.

Kisah Sukses Gordon Ramsay

Walau karier sepak bola telah berakhir, tapi hidup Ramsay tidak berakhir. Ramsay sejak kecil senang memasak. Ia juga ikut sekolah kuliner agar bias masak secara professional. Pada akhir tahun 1980-an, ia telah menjadi koki di sebuah restoran di Inggris.

Agar semakin mendalami ilmu masak dan meningkatkan kariernya, Ramsay memutuskan untuk ikut sekolah French Cuisine di Perancis. Di sana, ia kuliah sambil bekerja. Pada saat itu pula, Ramsay dapat berteman dengan sejumlah koki kenamaan dari Perancis.

Ramsay kembali ke London pada tahun 1993. Ia kemudian diajak sejumlah pengusaha mengelola restoran dengan iming-iming mendapatkan saham kepemilikan. Dari sana, mulailah ia menjadi koki sekaligus pengusaha restoran. Bahkan, ia bias mendirikan restoran sendiri dan bekerja sama dengan mertuanya, Chris Hutcheson.

Sekarang, Gordon Ramsay mengelola bisnis restorannya di bawah perusahaan miliknya sendiri, Gordon Ramsay Holdings Limited. Selain menglola puluhan restoran di berbagai kota di dunia, perusahaan ini juga mengelola program televise dan bisnis konsultan. Ramsay semakin terkenal ketika membintangi program televisi “Hell’s Kitchen” dan “Ramsay’s Kitchen nightmares”. Perusahaan Ramsay makin meraih sukses yang besar ketika membuka restoran di New York.

Di perusahaannya, Ramsay menguasai 69% saham senilai 67 juta poundsterling atau sekitar Rp938 mililar, sedangkan sisa sahamnya dimiliki mertuanya. Tidak ada yang menyangka, Ramsay yang gagal di karier sepak bola menjelma menjadi koki kenamaan dan pengusaha restoran papan atas di Eroupa dan Amerika. (Red)

Recommended For You

About the Author: Redaksi PortalKepri

Tim Redaksi. Segala macam informasi yang telah diposting bersumber dari wartawan, editor maupun para penulis internal dan penulis lepas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *