Kenali Kepulauan Anambas dengan 9 Poin Penting ini

PortalKepri.com – Barangkali ada yang belum mengenali seluk beluk kehidupan masyarakat kepulauan Anambas beserta keindahan yang telah diakui oleh dunia sebagai salah satu pulau perbatasan. Berikut ini ulasan yang dilansir dari web phinemo.com dengan penulis lulusan teknik informatika, Ummu Umaedah yang berhasil membuka wawasan kepulauan Indonesia.

Kenali Kepulauan Anambas dengan 9 Poin Penting iniDirangkum menjadi 9 poin penting yang wajib diketahui bagi masyarakat indonesia:

  1. Mengapa biaya hidup di kota terpencil Terempa, Kepulauan Anambas lebih mahal daripada biaya hidup di Singapura?

Penduduk Terempa tidak hidup dengan bermewah-mewah seperti tidur di hotel bintang 7 atau menghabiskan uang shopping ke butik-butik impor. Justru, mereka tidur di atas papan kayu keras dengan bangunan rumah seadanya. Banyak rumah di sini bertumpu pada kayu-kayu penyangga di atas permukaan air laut. Kebutuhan hidup sehari-hari yang susah didapat menjadi penyebab ekonomi di sini tinggi. Kapal-kapal yang menjadi komoditi utama yang membawa semua kebutuhan penduduk hanya datang 2 bulan sekali. Sebagian dari kota Terempa juga masih berupa hutan-hutan liar dan memiliki jumlah penduduk yang kecil. Letaknya yang dikelilingi banyak perairan menjadikan mata pencaharian utama masyarakat adalah sebagai nelayan.

  1. Apakah kebutuhan sinyal di Kota Terempa tercukupi untuk akses keluar masuknya informasi?

Inilah mengapa kota ini seperti menjadi kota terisolir. Itu karena penduduk Terempa tidak memiliki cukup banyak sinyal. Kamu beruntung jika berhasil mendapatkan sinyal, namun itu pun terbatas dan biasanya hanya di dapat ketika malam hari.

  1. Mengapa sering terjadi pencurian ikan di Anambas?

Letaknya yang berada di Laut China Selatan berada di garis perbatasan Malaysia dan Singapura, namun Kepulauan Anambas masih tetap milik Indonesia. Lokasi perairan Anambas sering menimbulkan pencurian dari negara-negara tetangga.

  1. Apakah masyarakat di Anambas bersikap baik pada pendatang?

Walaupun mereka hidup di Pulau yang terpencil, tidak menutup kemungkinan mereka juga bersikap tertutup pada orang lain. Justru masyarakat di sini sangat ramah dengan kedatangan orang baru. Dari orang dewasa hingga anak-anak. Tidak perlu ragu jika kamu melempar senyum atau menyapa lalu kamu akan mendapat perlakuan tidak baik.

  1. Mengapa penjualan ikan di Terempa tidak melalui proses timbangan?

Dari dulu, penjualan ikan di Terempa, Anambas dilakukan tidak dengan proses menimbang. Pedagang hanya mengira-ngira bobot per ikan. Hal ini dikarenakan melimpahnya ikan yang dihasilkan di daerah Anambas. Pedagang atau pembeli ikan di sini pun tidak akan khawatir meskipun bobot ikan yang dibeli akan berlebih atau berkurang.

  1. Seperti apa keindahan Anambas di mata dunia?

Pulau Anambas justru lebih banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara daripada wisatawan lokal. Mereka lebih tertarik daripada kita sendiri sebagai pemiliknya. Mereka rela meluangkan waktu dan uang untuk menikmati keindahan alam pulau ini. Terbukti beberapa kali pulau- ini menjadi pulau pilihan di beberapa channel televisi di dunia.

Pada tahun 2012, Kepulauan Anambas di Kepulauan Riau dinobatkan sebagai Pulau Tropis Terbaik di Asia versi CNNGo. Keindahan Kepulauan Anambas bahkan diakui tidak kalah dengan Raja Ampat  yang memang terbilang salah satu wisata terpopuler Indonesia di mata dunia.

  1. Apa pulau paling menawan di Kepulauan Anambas yang wajib dikunjugi?

Ialah Pulau Bawah yang memiliki Laguna. Laguna adalah seperti danau air laut yang terpisah dari laut lepas. Airnya berwarna biru jernih dengan pemandangan ikan-ikan yang terlihat seperti berada di akuarium. Menurut Peter Michael Timmer, seseorang berkebangsaan Amerika sekaligus pemilik PT Tembesu Development, Laguna adalah salah satu terbaik di dunia, seperti Bora-bora di Tahiti.

  1. Terletak ujung Indonesia, bagaimana tentang perekonomiannya?

Seorang perantau datang jauh-jauh untuk mengadu nasib di Anambas digaji dengan uang dollar Singapura. Tentu nominal ini lebih besar dari nominal mata uang Indonesia. Bahkan, menurut penuturan warga bisa diibaratkan bahwa seseorang perantau di Anambas akan pulang membawa banyak batangan emas. Tak heran, walaupun jauh terpencil, Kepulauan Anambas menjadi tempat untuk berburu dollar tanpa perlu jauh-jauh meninggalkan Indonesia.

  1. Tahukah kamu mengapa Mie Terempa, makanan khas Kepulauan Anambas harus bertaburkan potongan ikan tongkol?

Kebanyakan kuliner berbaru mie akan dipadukan dengan daging ayam, udang, atau telur. Tapi di Anambas yang termasuk penghasil banyak ikan menjadikan tongkol menjadi komoditi utama sebagai pelengkap untuk menu makanan. Ia sepiring mie kuning bertabur bumbu cabai, potongan ikan tongkol kering, taoge mentah, bawang goreng, potongan daun bawang, dan daun seledri dengan namanya mie Terempa.

Makanan ini menjadi makanan khas yang bisa kamu cicipi di sini.  Mie yang digunakan adalah mie berbentuk pipih. Cita rasa makanan ini adalah pedas yang akan membuat keringat berjatuhan.
(phinemo – Umu Umaedah)

Recommended For You

About the Author: redaksi

Tim Redaksi. Segala macam informasi yang telah diposting bersumber dari wartawan, editor maupun para penulis internal dan penulis lepas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *