Jenderal Arab Saudi Akan Dijadikan Kambing Hitam

Peraih Nobel Perdamaian asal Yaman, Tawakkol Karman, memegang foto Jamal Khashoggi saat protes di depan kantor Konsulat Arab Saudi di Istanbul. (Foto: AFP).

Washington: Terkait kasus hilangnya jurnalis Arab Saudi Jamal Khashoggi, kemungkinan besar seorang pejabat tinggi setempat akan dikorbankan.
 
Media Amerika Serikat (AS) The New York Times menyebutkan bahwa seorang pejabat senior intelijen akan dijadikan kambing hitam. Kabar itu diperoleh oleh media yang berbasis di New York, dari tiga orang yang mengenai rencana ini.
 
Baca juga: Tersangka Pembunuh Khashoggi Tewas dalam Kecelakaan Mobil.
 
"Nama Jenderal Ahmed al-Assiri menjadi sosok yang kemungkinan akan dijadikan tersangka. Assiri dikenal sebagai penasihat senior dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman," laporan dari The New York Times pada Kamis 18 Oktober waktu AS, yang dikutip Sputnik, Jumat 19 Oktober 2018.
 
"Para petinggi Arab Saudi diperkirakan akan berbicara bahwa Putra Mahkota memerintahkan Assiri untuk menangkap Khashoggi demi kepentingan interogasi. Namun jenderal itu dinilai salah paham atas instruksi atau melangkahi perintah, hingga menyebabkan kematian pada jurnalis," lanjut laporan itu.
 
Jamal Khashoggi hilang sejak 2 Oktober usai memasuki Konsulat Jenderal Arab Saudi di Istanbul, Turki.  Sebelumnya pihak penyelidik Turki dilaporkan memiliki bukti audio dan video mengenai pembunuhan Jurnalis tersebut di dalam gedung konsulat.
 
Usai bersikeras bahwa Khashoggi meninggalkan gedung konsulat tanpa terluka, pihak Arab Saudi kemudian mengubah pernyataannya. Mereka menyebutkan akan menyelidiki hilangnya Khashoggi.
 
Media Turki, Yeni Safak merilis rincian rekaman audio penyelidikan kematian wartawan Arab Saudi, Jamal Khashoggi. Dalam rekaman tersebut terungkap Khashoggi tewas dimutilasi hidup-hidup.
 
Baca juga: Media Turki Sebut Khashoggi Dimutilasi Hidup-hidup.
 
Rekaman ini diperoleh dari intelijen Turki. Para pembunuh Khashoggi sebelumnya dilaporkan menunggu saat wartawan tersebut berjalan ke Konsulat Arab Saudi di Istanbul. Sedangkan sebagian lainnya atau sebuah tim yang diduga terdiri dari 15 agen Saudi, beberapa memiliki hubungan dengan Putra Mahkota Mohammed bin Salman, sedang menunggu Khashoggi di dalam konsulat Saudi.
 
Ketika dia tiba pukul 1:15 sore waktu setempat pada 2 Oktober, ia segera ditangkap saat memasuki kantor dan kemudian dipukuli serta disiksa sampai mati. Sebelum menemui ajalnya, para pembunuh Khashoggi memutilasi beberapa anggota tubuhnya, mulai dari jari hingga memenggal kepala. Laporan mengatakan pria itu tewas dalam waktu tujuh menit.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *