Idrus Beberkan Kronologis Penangkapan Eni di Kediamannya

Mantan Menteri Sosial Idrus Marham. Foto: MI/Rommy.

Jakarta: Mantan Menteri Sosial Idrus Marham membeberkan kronologis penangkapan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI di rumah dinasnya. Eni ditangkap KPK saat menghadiri perayaan ulang tahun anak Idrus.
 
Kronologi itu dibeberkan Idrus saat dihadirkan sebagai saksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-I di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 1 November 2018.
 
Idrus bersaksi untuk Bos Blackgold Natural Resources Limited, Johannes Budisutrisno Kotjo yang duduk sebagai terdakwa.
 
"Ketika ada acara di rumah, ulang tahun anak saya 13 Juli kalau enggak salah, Eni datang dan memang waktu itu datang untuk hari ulang tahun anak saya," kata Idrus.
 
Menurutnya, perayaan ulang tahun anaknya saat itu turut hadir sejumlah kader Partai Golkar. Sekitar pukul 14.00 WIB, para kader Golkar berkumpul.
 
Kemudian, ia bersama Bendahara Umum Partai Golkar Robert Kardinal masuk ke ruang kerjanya. Saat berbicara dengan Robert, Eni tiba-tiba masuk ke ruangan tersebut.
 
"20 menit bicara dengan Robert, tiba-tiba Eni masuk, ketok pintu, kelihatan agak gugup. Saya tanya, 'ada apa', dijawab 'Enggak ada apa-apa Bang, ini ada KPK'," ungkap Idrus menirukan percakapannya saat itu.
 
Idrus mengatakan, Eni mengaku telah mengambil uang dari staf Kotjo. Menurut Eni, uang itu hanya pinjaman dari Kotjo untuknya.
 
"Saya bilang, mau pinjam atau enggak, kamu (Eni) harus ikuti (proses hukum)," ujarnya.

Baca: Idrus Minta 30 Mobil Jenazah kepada Sofyan

Menurut Idrus, saat itu Eni mengaku meminjam uang Rp500 juta. Namun, keesokan harinya, setelah penangkapan Eni dimuat media massa, Idrus mengaku baru mengetahui jika uang yang diterima Eni sudah mencapai Rp4 miliar lebih.
 
"Saya kaget besoknya, ternyata itu Eni sudah mengambil uang lebih dari Rp4 miliar berdasarkan berita di media," tandasnya.
 
Kotjo didakwa menyuap Eni dan mantan Menteri Sosial Idrus Marham sebesar Rp4.750.000.000. Suap kepada dua elite Partai Golkar itu dilakukan bertahap dari akhir 2017 hingga Juli 2018.
 
Suap diberikan pada 18 Desember 2017, 14 Maret 2018, 8 Juni 2018, dan 13 Juli 2018. Fulus diberikan agar Eni dan Idrus memuluskan BlackGold Natural Recourses Limited sebagai pemenang lelang pembangunan PLTU Riau-1.

<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="http://www.metrotvnews.com/embed/GbmL7qoN" allowfullscreen></iframe>

Sumber: http://metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author: Portal Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *