Demonstran Tunisia Kecam Kunjungan Putra Mahkota Saudi

Ratusan demonstran menentang kedatangan Pangeran Mohammed di Tunis, Tunisia, 27 November 2018. (Foto: AFP/FETHI BELAID)

Tunis: Ratusan warga Tunisia mengecam kunjungan Putra Mahkota Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman ke Tunis, Selasa 27 November 2018. Mereka menilai Pangeran Mohammed sebagai orang di balik pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi.

Kali pertama dalam sejarah, para pengunjuk rasa berbaris di berbagai ruas jalan di kawasan Habib Bourguiba. Mereka melontarkan ejekan saat rombongan Pangeran Mohammed bergerak menuju istana kepresidenan Tunisia.

Sebuah poster besar terlihat di tengah kerumunan pedemo. Poster itu memperlihatkan presiden Tunisia yang sedang mengucurkan air ke tangan Pangeran Mohammed — mengindikasikan keterlibatan Tunisia dalam mementahkan keterlibatan sang putra mahkota atas kasus Khashoggi.

Khashoggi tewas dibunuh di Konsulat Arab Saudi di Istanbul pada 2 Oktober. Sejumlah pihak menduga Pangeran Mohammed sebagai dalang di balik pembunuhan.

Baca: Trump Diminta Gelar Investigasi Kedua Soal Khashoggi

Pangeran Mohammed disambut Presiden Tunisia Beji Caid Essebsi di bandara Tunis. Keduanya berbincang-bincang di Istana Carthage untuk memperkuat kerja sama di bidang ekonomi, finansial, investasi, kerja sama dan upaya bersama melawan terorisme.

Selain mengecam Pangeran Mohammed, para pengunjuk rasa juga mendesak Arab Saudi untuk segera mengakhiri intervensi dalam konflik Yaman. Riyadh, di bawah komando Pangeran Mohammed sebagai Menteri Pertahanan Saudi, mulai mengintervensi konflik Yaman pada 2015.

"Kami di sini untuk menegaskan kehormatan dan kedaulatan negara. Kami tidak butuh minyak, atau petrodolar Anda. Warga Tunisia tidak dijual," ucap seorang aktivis, Arous, kepada kantor berita Al Jazeera.

Usai bertemu Presiden Essebsi, Pangeran Mohammed meninggalkan Tunisia pada malam hari. Ia bertolak menuju Argentina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi G20 di Argentina.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *