Calon Hakim Agung Dicecar Soal Hobi Main Golf

Seleksi hakim agung di KY. Foto: Medcom.id/Santa Cicilia Sinabariba.

Jakarta: Hobi main golf calon hakim agung Sartono dicecar Panitia Seleksi Calon Hakim Agung. Masalah ini diungkit dalam tes wawancara kepada calon hakim agung di Komisi Yudisial (KY).
 
Dalam wawancara terbuka, Sartono ditanya soal potensi konsultan pajak dan petinggi pajak mengajak bermain golf. Profesionalitasnya disorot jika nanti terpilih sebagai hakim agung. 
 
"Saudara mempunyai hobi bermain golf. Biasanya ada mantan hakim yang menjadi konsultan pajak. Bagaimana Anda menyikapi masalah (ajakan main golf) ini?" panelis KY Maradaman Harahap kepada Sartono di Ruang Auditorium KY, Jakarta, Jumat, 4 Januari 2018.
 
Sartono menanggapi pertanyaan itu dengan tenang. Dia mengaku memang ada mantan hakim dan hakim aktif yang membuat grup bermain golf. Mereka diminta iuran yang ditentukan bersama anggota grup.
 
Namun, dia menekankan hubungan yang terbangun di dalam grup tak terkait posisi mereka sebagai konsultan pajak. "Kalaupun mereka menjadi konsultan ataupun kuasa hukum, kami tidak kaitan terhadap hal-hal itu," jawab dia.
 
Dosen Universitas Jayabaya itu juga mengaku tak pernah bermain golf dengan orang bersengketa. Dia juga tak membahas sengketa saat bermain golf.

"Saya mungkin bisa menghindar. Kalau salah satu yang bermain kuasa hukum dari perusahaan yang ditangani, saya akan mundur dari permasalahan kasus itu," jelas dia.
 
Calon hakim agung tata usaha negara khusus pajak itu mengaku tidak sering menjalankan hobinya itu. Pasalnya, dia juga harus mengajar di akhir pekan. "Main hari Minggu atau jika tak ada acara keluarga. Hari Sabtu saya jadi dosen untuk mengajar," tegas Sartono. 
 
Sartono pun berkomitmen tidak mau bertemu dengan orang yang sedang menanggung kasus atau perkara jika diamanatkan menjadi hakim agung. Dia juga emoh bertemu pengacara yang berperkara. 
 
"Itu secara langsung atau tidak, kita tidak boleh berhubungan baik dengan orang yang kena perkara," pungkas dia.
 
Baca: KY Jemput Bola Rekrut Calon Hakim Agung

Wawancara terbuka ini diselenggarakan hingga Senin, 7 Januari 2019. Pada Kamis, 3 Januari 2019, KY sudah mewawancarai lima orang calon hakim agung dari kamar perdata, yakni Suwidya Andullah, Pahala Simanjuntak, Ahmad Shalihin, Matheus Samiaji, dan Ridwan Mansyur.
 
Nantinya, 12 calon hakim agung yang mengikuti seleksi akan dikerucutkan menjadi 8 orang untuk menduduki posisi hakim agung. Rincian posisinya, yaitu lima hakim agung di Kamar Perdata, dua orang di kamar militer, satu di kamar pidana, satu di kamar agama, dan satu di tata usaha negara khusus pajak. (Santa Cicilia Sinabariba)

<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/DkqL9jRb" frameborder="0" scrolling="no" allowfullscreen></iframe>

Sumber: http://metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author: Portal Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *