Berbiaya Besar, Ini Alasan Orang Tua Kuliahkan Anak ke Luar Negeri

PortalKepri.com – Meski memerlukan biaya yang lebih tinggi, banyak orang tua yang mengharapkan anaknya bisa kuliah di luar negeri. Menurut survei yang dilakukan HSBC Value of Education menunjukkan bahwa 60 persen orang tua di Indonesia mempertimbangkan untuk mengirim anaknya melakukan studi di luar negeri.

Data tersebut berdasarkan hasil dari survei di Indonesia melibatkan 1000 orang tua dan 100 pelajar. Dari survei pun terungkap kalau Australia, Amerika Serikat, dan Inggris menjadi negara pilihan terbanyak untuk kuliah di luar negeri.

Tentunya, alasan yang diungkapkan orang tua pun beragam. Seperti mendapatkan keragaman bahasa, pengalaman internasional, kebebasan untuk berkembang, mengajarkan untuk mandiri, belajar memecahkan masalah sendiri, dan meningkatkan kepercayaan diri. Selain itu, jurusan perkuliahan yang berada di luar negeri lebih banyak hingga mencapai 1000.

kuliah di luar negeri, hsbc,
Diskusi tentang pentingnya perencanaan keuangan untuk kebutuhan pendidikan anak sedari dini bersama (kiri-kanan) Ina Liem , Karin Zulkarnaen, dan Steven Suryana. (HSBC)

“Sehingga mahasiswa dapat memilih jurusannya dengan bebas dan terfokus, misalnya ketika  mencari jurusan ‘Sustainable Energy Engineering’ di Indonesia sangat sulit. Karena di Indonesia harus cari dahulu pada jurusan Teknik Mesin, Teknik industri, atau Teknik kimia,” tutur Ahli Pendidikan, Ina Liem saat ditemui pada acara temu media di JSCHive, Jakarta Selatan, Selasa (25/9).

Sayangnya, tak semua orang tua mampu mengirimkan anaknya ke luar negeri untuk pendidikan dikarenakan biaya yang terbatas. Steven Suryana, Head of Wealth Management HSBC menyarankan bahwa saatnya orang tua melakukan perencanaan awal untuk biaya anaknya di masa depan.

Menabung bukanlah menjadi satu-satunya solusi untuk mendukung biaya pendidikan. Tapi bisa melakukan perencanaan keuangan yang solutif dengan melakukan investasi reksadana dalam jangka panjang. HSBC dan Allianz sudah bekerjasama selama 4 tahun dengan mengeluarkan produk reksadana pendidikan bernama ‘College Care’.

“Saat anak lahir, orang tua sudah tahu bahwa anaknya akan membutuhkan biaya pendidikan, maka tidak ada salahnya dipersiapkan dari awal sehingga waktu persiapannya pun lebih banyak,” tutur Steven Suryana, pada saat presentasi tentang pendidikan di JSCHive, Jakarta Selatan, Selasa (25/9).

Rata-rata biaya kuliah di luar negeri mencapai angka total lebih dari Rp 1 Milyar. Sementara dari tahun ke tahun biaya pendidikan tidak pernah turun bahkan selalu naik.

Sumber: https://www.jawapos.com

Recommended For You

About the Author: Portal Berita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *