Belasan Jasad Bayi Ditemukan di Tas dalam Razia RS Kenya

Gubernur Nairobi melakukan inspeksi mendadak di Rumah Sakit Bersalin Pumwani. (Foto: Gov. Mike Sonko/Facebook)

Nairobi: Gubernur Nairobi menyerukan reformasi rumah sakit setelah dirinya menemukan 12 jasad bayi yang dimasukkan dalam tas dan kotak. Temuan itu terjadi saat kunjungan mendadak ke sebuah rumah sakit bersalin di wilayah ibu kota.

Kunjungan mendadak dilakukan Mike Sonko setelah dirinya menerima banyak keluhan mengenai "pengabaian dan kelalaian" di Rumah Sakit Bersalin Pumwani.

"Selama kunjungan dadakan ini, saya menemukan 12 mayat bayi di rumah sakit dan tubuh mereka tersembunyi di dalam kotak dan kantong kertas di dalam ruangan," kata Sonko, seperti dikutip dari kantor berita UPI, Rabu 19 September 2018.

Sonko kemudian segera membekukan beberapa pejabat rumah sakit, termasuk kepala rumah sakit Dr. Catherine Mutinda, administrator Zaddock Angahya, dan dokter kandungan dan ginekolog yang bertugas, Dr. James Kamau.

Seluruh dewan pengurus juga ditangguhkan dan diganti seorang pelaksana tugas, yang "mengawasi reformasi mendesak di fasilitas itu demi memulihkan layanan kesehatan yang berkualitas."

Para pejabat rumah sakit membantah tuduhan Sanko tentang kelalaian, dan mengatakan ada 11 — bukan 12 — kematian bayi. Menurut mereka semua kematian terjadi secara alami dan bukan malapraktik.

"Dari 11 kematian, empat bayi baru lahir memiliki berat badan rendah dan tidak ada detak jantung. Dua meninggal karena persalinan yang terhambat," kata Kepala Dinas Kesehatan Mahat Jimale, menurut laporan Kenya Star.

Ia menambahkan dua bayi lainnya juga meninggal karena proses alamiah, bukan malapraktik.

Menurut statistik Bank Dunia, angka kematian bayi di Kenya adalah 34 per 1.000 kelahiran.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *