62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

Militan Al-Shabab terus diburu dengan serangan udara. (Foto: AFP)

Mogadishu: Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab dalam enam serangan udara di Somalia.

“Empat serangan udara Sabtu menewaskan 32 militan dan dua lagi pada Minggu menewaskan 28,” pernyataan pihak militer AS, seperti dikutip BBC, Selasa, 18 Desember 2018.

Ini adalah serangan udara paling mematikan di Somalia sejak November 2017 ketika AS mengatakan telah menewaskan 100 militan. Serangan udara di Somalia telah melihat peningkatan tajam sejak Presiden Donald Trump berkuasa di AS pada Januari 2017.

Penghitungan oleh Biro Jurnalisme Investigasi mengungkapkan bahwa setidaknya 400 orang telah tewas dalam serangan udara sejak awal tahun 2017, jauh lebih banyak jika digabungkan selama 10 tahun sebelumnya.

Serangan terakhir membuat serangan udara yang dilakukan di Somalia tahun ini mencapai 40. Jumlah itu lebih banyak dibandingkan dengan 35 serangan yang tercatat pada tahun 2017.

AS memiliki pangkalan militer yang sangat besar di negara tetangga Djibouti. Dari pangkalan itu mereka bisa meluncurkan serangan terhadap kelompok militan. Presiden Trump memberi otoritas militer yang lebih besar pada Maret 2017 untuk menyerang militan di Somalia.

Secara tradisional, Presiden AS telah mewaspadai campur tangan di Somalia sejak 18 tentara pasukan khususnya tewas saat memerangi milisi di ibukota Mogadishu pada tahun 1993. Pertempuran itu kemudian diangkat ke layar perak dalam film ‘Black Hawk Down’.

Surga bagi teroris

Menanggapi serangan udara ini militer AS menegaskan bahwa tidak ada warga sipil yang dilaporkan tewas. Mereka menyebutkan bahwa serangan itu dilakukan dalam koordinasi dengan Pemerintah Somalia.

"Bersama dengan mitra Somalia dan internasional kami, kami berkomitmen untuk mencegah Al-Shabab dari mengambil keuntungan dari tempat berlindung yang aman dari mana mereka dapat membangun kapasitas dan menyerang rakyat Somalia," kata Komando Pasukan AS di Afrika.

Al-Shabab, yang terafiliasi dengan Al Qaeda, belum mengomentari serangan terbaru. Menurut Hiraal Institute, Al-Shabab terpaksa mengubah taktik perang mereka karena meningkatnya serangan udara koalisi di Somalia.

Hiraal Insititute menilai bahwa kelompok militan itu kini melakukan serangan massal lebih sedikit terhadap pangkalan militer. Tetapi serangan terhadap kantor pemerintah dan tempat usaha yang menolak membayar pajak terhadap mereka, terus meningkat.

source: http://internasional.metrotvnews.com

Recommended For You

About the Author:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *